Kamis, 17 November 2011

PROGRAM BIMBINGAN DI SEKOLAH

Program bimbingan ialah suatu rangkaian kegiatan bimbingan yang terencana, terorganisasi, dan terkoordinasi selama periode waktu tertentu, misalnya satu tahun ajaran.

  1. Model dan Pola Bimbingan

  1. Model Bimbingan

Ada terdapat banyak ahli yang mendeskripsikan tentang model bimbingan. Salah satunya adalah Kenneth B. Taylor yang mendeskribsikan bahwa model bimbingan mencakup sejumlah kegiatan bimbingan dalam rangka melayani kebutuhan siswa di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Dalam pola ini ditekankan bahwa semua tenaga pendidik di sekolah seharusnya berpartisipai dalam pelaksanaan program bimbingan, bukan hanya tenaga bimbingan dan konselor saja. Namun, konselor sekolah memiliki keahlian khusus yang tidak dimiliki oleh tenaga-tenaga pendidik yang lain.

Konselor sekolah melayani siswa secara langsung, namun juga melayani tenaga pendidik yang lain sebagai narasumber demi peningkatan mutu dan efektivitas program pendidikan sekolah. Dengan demikian, model ini menekankan pelayanan bimbingan sebagai usaha yang melibatkan semua tenaga pendidik, menurut fungsi dan wewenangnya masing-masing.

  1. Pola-pola Dasar Pelaksanaan Bimbingan

Yang dimaksud dengan pola dasar pelaksanaan bimbingan ialah suatu asas pokok untuk mengatus penyebaran pelayanan bimbingan di sekolah, dengan mempertimbangkan kegiatan-kegiatan bimbingan apa yang akan diadakan dan rangkaian kegiatan itu dilaksanakan oleh siapa serta diberikan kepada siapa.

Menurut Edward C. Glanz terdapat empat pola-pola dasar, yaitu:

a. Pola generalis berasaskan keyakinan, bahwa corak pendidikan dalam suatu institusi pendidikan berpengaruh terhadap kualitas serta kuantitas usaha belajar siswa, dan bahwa seluruh staf pendidik dapat menyumbang pada perkembangan kepribadian masing-masing siswa.

b. Pola spesialis berasaskan keyakinan, bahwa pelayanan bimbingan di institusi pendidikan harus ditangani oleh para ahli bimbingan, yang masing-masing berkemampuan khusus dalam cara pelayanan bimbingan tertentu, seperti testing psikologis, bimbingan karir, dan konseling.

c. Pola kurikuler berasaskan keyakinan, bahwa kegiatan bimbingan di institusi pendidikan sebaiknya dimasukkan ke dalam kurikulum pengajaran dalam bentuk pelajaran khusus, dalam rangka suatu kursus bimbingan.

d. Pola relasi-relasi manusia dan kesehatan mental berasaskan keyakinan, bahwa orang akan hidup lebih bahagia bila dapat menjaga kesehatan mentalnya dan membina hubungan baik dengan orang lain.

  1. Jenis-Jenis Bimbingan
    1. Bentuk-bentuk Bimbingan

Istilah bentuk bimbingan menunjuk pada jumlah orang yang diberi pelayanan bimbingan.

- Bimbingan individual adalah bentuk bimbingan untuk perseorangan atau siswa yang dilayani hanya 1 orang

- Bimbingan kelompok adalah bentuk bimbingan yang melayani dua atau lebih siswa.

    1. Sifat-sifat Bimbingan

Istilah sifat bimbingan menunjuk pada tujuan yang ingin dicapai dalam pelayanan bimbingan.

- Bimbingan developmental: mendampingi siswa dan mahasiswa supaya perkembangannya berlangsung seoptimal mungkin.

- Bimbingan preventif: membekali siswa dan mahasiswa agar lebih siap dalam menghadapi tantangan-tantangan dan masalah-masalah di masa depan.

- Bimbingan korektif: membantu siswa dan mahasiswa memperbaiki perkembangannya yang salah jalur

    1. Ragam-ragam Bimbingan

Istilah ragam bimbingan menunjuk pada bidan kehidupan tertentu atau aspek perkembangan tertentu.

- Bimbingan Karier

- Bimbingan Akademik

- Bimbingan Pribadi-sosial

Sumber: Winkel, W.S. & M.M. Sri Hastuti. (2006). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar