Kamis, 17 November 2011

RUANG LINGKUP BIMBINGAN

  1. Bimbingan sebagai “Bantuan”

Makna dari bimbingan ialah memberikan informasi, yaitu menyajikan pengetahuan yang dapat digunakan untuk mengambil suatu keputusan, atau memberitahukan sesuatu sambil memberikan nasihat. Selain itu bimbingan juga dapat diartikan “mengarahkan”, menuntuk ke suatu tujuan. Tujuan itu mungkin hanya diketahui oleh pihak yang merngarahkan atau mungkin juga perlu diketahui oleh kedua belah pihak.

Dipandang dari sudut persyaratam di pihak orang yang mendapat pelayanan Bimbingan dan Konseling, terdapat beberapa keterbatasan. Keterbatasan-keterbatasan tersebut telah saya tampilkan di blog ini pada post yang kedua.

  1. Bimbingan di Sekolah

Aneka permasalahan yang kerap dipertanyakan kepada tenaga-tenaga bimbingan di sekolah menengah dan perguruan tinggi:

- Belajar, dengan rincian: motivasi belajar kurang sesuai, pilihan program yang tidak mantap prestasi mengecewakan; cara belajar yang kurang baik, kesukaran mengatur waktu, hubungan dengan guru atau dosen, dll.

- Keluarga, dengan rincian: suasana di rumah kurang memuaskan, interaksi antara seluruh anggota keluarga kurang akrab, saudara laki-laki terlalu nakal, dll.

- Pengisian waktu luang, dengan rincian: tidak mempunyai hobi, tidak tahu cara mengisi waktu luang dengan kegiatan bermanfaat, terlalu dibebani pekerjaan di rumah.

- Pergaulan dengan teman sebaya, dengan rincian: bermusuhan dengan teman sekelas, kesukaran dalam menghindari pengaruh buruk kawan, kecurian pakaian, alat-alat sekolah, dan uang, cara berpacaran yang baik.

- Pergaulan dalam diri sendiri, dengan rincian: rasa iri terhadap teman yang meraih sukses, rasa minder atau rendah diri yang mencekam, rasa gelisah dan prihatin tentang masa depan, ketegangan antara ingin modern tetapi tidak dapat melepaskan adapt-istiadat, menentukan sikap terhadap dorongan dan godaan seksual, dll.

Fungsi Bimbingan di Sekolah:

- Fungsi bidang administrasi dan supervisi yaitu mengarahkan semua kegiatan di sekolah supaya tujuan institusional dapat dicapai dengan seefisien mungkin, dan mencakup segala usaha untuk mendayagunakan sumber, baik personil maupun material, yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan.

- Fungsi bidang pengajaran, yaitu membekali siswa dengan pemahaman dan pengetahuan, nilai dan sikap, serta keterampilan yang dirancang dalam kurikulum pengajaran, baik kegiatan kurikuler maupun korikuler.

- Fungsi bidang pembinaan siswa, yaitu memberikan pelayanan kepada siswa dalam hal-hal yang tidak ditangani dalam rangka program pengajaran, namun diperlukan oleh siswa untuk membulatkan pendidikan yang mereka terima selama waktu bersekolah atau untuk menjamin kesejahteraan mereka dalam unsur kesehatan jasmani, kesehatan mental, dan perkembangan kehidupan rohani.

Sumber: Winkel, W.S. & M.M. Sri Hastuti. (2006). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar